Kamis, 28 Januari 2016

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik




Sampah sudah menjadi permasalahan universal dan merupakan Bom waktu, maka penanganannya harus tuntas dari hulu sampai ke  hilir.
Pada awalnya sampah dianggap sebuah persoalan yang                “ sangat sederhana “ oleh masyarakat, maka dari itu kami pilihkan alternatif  yang sangat sederhana pula untuk masyarakat agar mau dan peduli terhadap lingkungan dengan cara mengolah sampah dirumah masing-masing atau secara berkelompok melalui RT / RW sebelum berubah menjadi “ masalah besar “, namun dengan hasil serta manfaat yang “ sangat besar “ yaitu dapat memproduksi sendiri pupuk organik cair dan kompos dari rumah masing-masing.
Oleh karena dampak negatif dari sampah akan kembali lagi kepada masyarakat, maka kesadaran masyarakat dalam hal ini sangat kita butuhkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut diatas secara tuntas
Cara pengolahan yg kami lakukan adalah tanpa energi / motor penggerak ( tidak membutuhkan listrik dan bahan bakar ) karena lebih mengacu pada program ramah lingkungan , adapun sasaran utamanya adalah sumber penghasil sampah terbesar yaitu rumah tangga ( masyarakat )

Catatan penting :

Permasalahan penanganan sampah hanya akan selesai secara tuntas kalau semua pihak turut berperan aktif dalam menangani, yaitu : Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Masyarakat, serta melibatkan Badan Usaha yang bergerak dibidang Pengelolaan dan Pengolahan sampah.

Sampah dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis, dimana 2 jenisnya masih dapat dikelola sesuai manfaatnya. Ketiga jenis sampah tersebut ialah sampah organik yang dapat digunakan untuk pupuk organik, sampah non organik yang masih dapat didaur ulang

Sampah Bahan Humus dan Pupuk Organik Cair
Sisa - sisa:

Ø  Sayuran       : bayam, sawi, kol, wortel, bawang, daun singkong dan aneka daun.
Ø  Kulit buah : manggis, nanas, pisang, jeruk, kelengkeng, semangka, mangga, melon, pepaya,   durian, jengkol, petai,  padi, dll.

Manfaat :

Ø  Kompos / Humus         : sebagai pupuk dan media tanam.
Ø  Pupuk cair organik     : sebagai pupuk tanaman segala jenis, baik tanaman hias, sayur-mayur dan    tanaman buah.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat memasukkan bahan pupuk organik ialah ada beberapa bahan yang tidak dapat dijadikan sebagai bahan pupuk karena terlalu lama proses pembusukannya dan perlu dihindari. Bahan-bahan yang dimaksud adalah :
·         Pengikat sayuran dari bahan tali plastik dan karet.
·         Ranting / dahan berkayu keras.
·         Plastik bungkus bumbu mie, bumbu penyedap, ataupun plastik lainnya.


1.      Tiap 5 ml pupuk cair organik dicampur dengan 1 liter air (1 : 200).
2.      Siram atau semprotkan pada tanaman yang dimaksud.
3.      Pemupukan dapat dilakukan setiap minggu sekali.

A.                Manfaat Pupuk Cair Organik

            Pupuk cair organik bermanfaat bagi tanaman sebagai :
-          Penyuburan tumbuhnya daun.
-          Warna daun tampak lebih hijau dan ranum, menghilangkan warna daun kekuningan.
-          Merangsang pertumbuhan bunga pada tanaman.
-          Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih gembur dan berkehidupan.
-          Memungkinkan hidupnya cacing tanah pada tanah, pot yang menggunakan pupuk cair organik.

B.                 Pupuk padat atau Kompos di dalam Composter

Apabila composter telah jenuh, tak lagi menyusut media sampah dalam composter yang perlu dilakukan adalah :  
-          Tekan sampah dalam composter menggunakan kayu atau sejenisnya.
-          Semprotkan Decomposer pada bagian atas hingga basah.
-          Tutup composter rapat-rapat selama 3 atau 4 minggu.
-          Apabila pupuk cair organik tetap terhasilkan, gunakan untuk pupuk.
-          Setelah 3 atau 4 minggu, keluarkan pupuk padat dalam composter.
-          Gunakan pupuk padat untuk pupuk tanaman atau utuk media tanam.
-          Gunakan kembali pemakaian composter dengan melakukan hal yang sama (investasi 5 Tahun sekali selam tong masih utuh).

Seminar / Pelatihan hubungi 0821-22493367-02192621802

0 comments:

Posting Komentar